serangan jantung ketika olahraga

Nyatanya, hanya rutin berolahraga bukan jaminan Anda terbebas seratus persen dari penyakit jantung!

Sudah menjadi rahasia umum bahwa salah satu cara untuk memelihara kesehatan jantung dan mencegah penyakit jantung adalah dengan rutin olahraga. Kendati demikian, pernahkah Anda mendengar bahwa tak sedikit orang yang rutin olahraga, tapi masih juga kena penyakit jantung?

Fakta tersebut tentu saja menimbulkan keraguan pada sebagian orang akan efektivitas dari olahraga –khususnya dalam mencegah penyakit jantung.

Menurut dr. Fiona Amelia, MPH dari KlikDokter, olahraga bukanlah satu-satunya kunci untuk mencegah seseorang terkena penyakit jantung. Ada peran dari faktor-faktor lain –seperti pola makan yang sehat, faktor risiko, dan kebiasaan-kebiasaan tertentu.

Meski memiliki tubuh yang ideal dan rutin olahraga, seseorang tetap bisa terkena penyakit jantung. Apalagi bila orang tersebut memiliki faktor risiko penyakit jantung koroner dalam keluarga dan kebiasaan merokok.

“Selain itu, biasanya serangan jantung juga lebih mungkin terjadi jika seseorang memiliki pola makan yang tidak sehat. Contohnya sering makan makanan yang tinggi gula dan juga lemak jenuh.” jelas dr. Fiona.

serangan jantung saat olahraga

Risiko tinggi juga dimiliki oleh orang dengan penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) atau memiliki pekerjaan dan masalah pribadi yang menyebabkan stres tinggi. Pada akhirnya, kombinasi hal-hal tersebut akan membentuk plak di dalam pembuluh darah sehingga dapat menyumbat aliran darah.

Bahkan, pada orang yang memiliki kelainan bawaan, olahraga justru dapat memperburuk keadaan dan dapat mencetuskan serangan jantung! Contohnya pada orang dengan dislipidemia herediter. Ini adalah kondisi di mana tubuh menghasilkan lebih banyak kolesterol dan timbunan lemak.

Pada kondisi tubuh seperti itu, jantung akan terus-menerus dipaksa untuk bekerja ekstra. Padahal sel jantung sendiri tidak mendapat oksigen dan nutrisi akibat adanya hambatan/ sumbatan aliran darah karena kelainan tersebut.

Agar olahraga tidak menjadi silent killer, imbangi aktivitas baik ini dengan pola makan yang sehat. Hindari kebiasaan buruk seperti merokok dan kelola stres dengan baik. Jangan lupa istirahat yang cukup. Bagi Anda yang memiliki riwayat keturunan atau kelainan, berkonsultasilah pada dokter untuk menentukan olahraga yang cocok.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here